Jumat, 08 Januari 2010

Kehamilan Resiko Tinggi

Kehamilan dengan resiko tinggi adalah kehamilan yang memiliki resiko meninggalnya bayi, ibu atau melahirkan bayi yang cacat atau terjadi komplikasi kehmailan, yang lebih besar dari resiko pada wanita normal umumnya.

Ada banyak hal yang menyebabkan suatu kehamilan masuk dalam kategori resiko tinggi, antara lain:

-Ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih
-Ibu hamil berusia 15 tahun atau kurang
-Pernah memiliki riwayat kehamilan atau persalinan yang tidak baik
-Tinggi ibu kurang dari 145 cm
-Berat ibu sangat kurang
-Memiliki tekanan darah tinggi
-Kekurangan darah / anemia
-Memiliki kelainan jantung
-Memiliki penyakit asma
-Memiliki penyakit diabetes
-Memiliki penyakit ayan
-Ada keturunan cacat mental
-Letak janin tidak normal
-Mengalami perdarahan

Kehamilan Trimester Kedua

Kehamilan trimester kedua adalah masa kehamilan minggu ke 13 – 28 atau hamil 3 bulan sampai hamil 7 bulan.

Di masa-masa ini, rasa mual dan munta mulai menghilang dan perubahan tubuh mulai terlihat nyata. Perut mulai membesar, dan biasanya diikuti dengan timbulnya stretch mark.

Trimester kedua adalah masa yang paling stabil dalam masa-masa kehamilan. Kunjungan ke dokter cukup satu bulan sekali, kecuali pada kehamilan resiko tinggi yang mungkin memerlukan pemeriksaan dokter lebih sering.

Uterus yang mulai membersar dan memasuki rongga perut dapat menyebabkan rasa nyeri dan kram. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu.

Hal-hal lain yang biasa dialami oleh ibu hamil pada kehamilan trimester kedua termasuk diantaranya: sendawa, buang angin, pusing, mendengkur, gusi berdarah, kram kaki, produksi keringan meningkat dan pelupa.

Dokter perlu memonitor pertumbuhan bayi dengan membandingkan berat dan ukuran janin dari bulan sebelumnya. Di masa trimester kedua ini pula dapat dilihat apakah ada lebih dari satu janin yang sedang dikandung.

Gerakan janin dalam perut mulai dapat dirasakan pada masa ini.

Di minggu-minggu terakhir trimester kedua, biasanya jenis kelamin bayi sudah dapat terlihat jelas dengan menggunakan USG.

Tanda Kehamilan Awal

Apa sih tanda-tanda awal kehamilan, sebelum kita tahu positif hamil atau sebelum telat menstruasi berikutnya?

Jawab :

Aku waktu itu ngerasain perutku mules mules kayak mau datang bulan dan itu rasanya persis banget, jadi aku pikir aku nggak hamil kan, tapi yang agak beda tuch, aku jadi nggak bisa nyium bau yang aneh-aneh rasanya langsung mual. [DwA]

“Kalau aku dulu sama yg pertama, sebelum ketahuan hamil aku udah merasa ada sesuatu diperut bagian bawah (pokoknya lain aja deh perasaan), malah aku sampe ngerasain perutku sakit banget pas udah agak lama main bowling, kayak kram gitu. Kalau waktu yg kedua, sih mual-mual. [Kl]

“Nah pernah satu kali udah waktunya mens (mens aku khan selalu tepat hari) seminggu ta tunggu2 kagak mens, eh seneng juga nich sampe beli test pack eh masih negatif. Eh pas seminggu dari hari seharusnya mens eh aku mens sedikit sekali terus besoknya udah gak mens lagi. Terus aku call mamaku katanya bisa jadi itu aku hamil, terus 3 hari kemudian aku test pack eh bener hamil. Udah gitu pas tau aku hamil, langsung tubuhku berasa mual otomatis, semeriwing (apa yach bahasanya) pokoknya gak enak badan deh. Terus pas hamil kedua eh gejalanya sama mens satu hari terus besoknya gak mens langsung positif, emang sich ada orang yg model aku dapat mens cuma sehari sedikit sekali gitu. [Sd]

“Kalau saya sih beberapa hari menjelang jadwal mens datang udah ngerasa kalau hamil, soalnya sering cepat pusing kalo jalan nanjak dan agak jauh padahal biasanya nggak. Terus pada hari seharusnya mens di sore hari (maghrib) malamnya saya pake EPT dan ternyata hamil. Mungkin cepat cape dan pusing yang nggak biasanya bisa jadi tanda awal hamil lantaran asupan oksigennya terbagi. [Rm]

“Pas harusnya aku dapet mens kayaq mens beneran cuma darahnya dikiiiit banget, terus udah stop. Terus kaki rasanya pegeeeeeeel banget kayaq abis jalan jauuuuuh sekali, ngilu-ngilu deh sekujur tubuh. Badan rasanya kayaq masuk angin sampai sempat kerokan segala malah karena ngga tau lagi hamil.

Perbedaan Bisnis MLM Dan Direct Selling

Hampir semua bisnis MLM melakukan direct selling, tapi tidak semua bisnis direct selling memiliki sistem multi level marketing. Bahkan pelaku bisnis MLM dan bisnis DS sendiri masih rancu menggunakan istilah ini. Lalu apa perbedaan keduanya?

Direct selling atau penjualan langsung pertama kali muncul dengan beroperasinya The California Perfume Company di New York tahun 1886 yang didirikan oleh Dave McConnel. Yaitu suatu proses penjualan langsung dari penjual kepada konsumen yang biasanya disertai dengan penjelasan, presentasi ataupun demonstrasi produk.

Istilah lain nya adalah door to door marketing, dimana penjual berkeliling daerah dan mengetuk pintu rumah untuk menawarkan produknya. Tapi kalau jaman sekarang, mungkin sudah lebih canggih ya dengan adanya internet, penjual bisa mencari konsumen secara online.

Beberapa perusahaan MLM pun menganut sistem direct selling ini. Dimana anggotanya dapat menjual produk langsung kepada konsumen.

Perbedaan mendasar antara bisnis MLM dan direct selling adalah pada struktur pendapatan atau komisinya. Di bisnis direct selling murni, penjual hanya mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual, sementara pada bisnis MLM, keuntungan juga didapat dari hasil perkembangan jaringan.

Beberapa perusahaan direct selling pun menggunakan sistem pemasaran berjenjang, namun biasanya hanya terbatas sampai 1 – 2 level kedalaman saja. Sementara kalau di bisnis MLM, keuntungan bisa di dapat dari level yang lebih dalam lagi.

Sementara dari sisi pengembangan jaringan secara horizontal, kedua sistem bisnis ini tidak menentukan batas maksimalnya.

Senin, 04 Januari 2010

Mengenali Epilepsi

Jika putra atau putri Anda terserang epilepsi tak perlu malu. Epilepsi bukan penyakit kutukan. Segera cari pertolongan dokter. Anggapan orang bahwa epilepsi selalu ditandai dengan kejang dan mulut mengeluarkan busa perlu dikoreksi. Gejala epilepsi bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga berat.

Gejala yang ringan bisa jadi hanya berupa gerakan ritmik lengan/ jari ringan, atau anak kelihatan diam sesaat (bengong). Pada jenis epilepsi yang lain, seorang anak yang sedang berjalan tiba-tiba terjatuh tanpa sebab. Berdasarkan bangkitannya, epilepsi dibagi menjadi 2: umum dan fokal.

Keduanya dibagi lagi berdasarkan penyebabnya, yakni idiopatik dan simtomatik. Pada kejang umum seluruh anggota badan dan tubuh kejang kaku atau kelojotan disertai hilangnya kesadaran. Pada kejang fokal sederhana anak tidak mengalami hilang kesadaran hanya tangan yang mengalami kejang. Anak sadar dan dapat bercerita apa yang sedang terjadi. Sedangkan pada kejang fokal kompleks, anak mengalami kehilangan kesadaran.

Apa Penyebabnya?


1. Terkait faktor genetik
2. Trauma kepala
3. Infeksi pada otak
4. kelainan bawaan sejak lahir
5. kelainan metabolisme tubuh

Epilepsi idiopatik biasanya disebabkan oleh faktor genetik, berespon baik dengan pengobatan perkembangan anak berjalan normal, sebaliknya pada yang simtomatik perkembangan anak tidak normal, serta respon terhadap pengobatan kurang baik. Untuk memastikan diagnosis, dilakukan pemeriksaan EEG, sedangkan untuk mencari penyebabnya, dilakukan serangkaian pemeriksaan seperti:


a.CT Scan/ MRI
b.Analisa kromosom
c.Pemeriksaan metabolik

Jelas bahwa epilepsi bukan penyakit kutukan, tidak menular, dan bisa disembuhkan. Jadi, saatnya menghapuskan stigma kepada penderita epilepsi.

Bagaimana pengobatannya?

Dengan penanganan yang tepat, 80% penderita epilepsi menunjukkan respon pengobatan yang bagus. Dengan catatan:


1. Minum obat secara teratur.
2. Hindari pencetus (makan tidak teratur, kelelahan, stres fisik dan psikis,
kurang tidur )
3. Jika anak sakit cepat berobat, karena demam tinggi, diare, atau muntah yang
menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit dapat mencetuskan kejang.
4. Pada epilepsi fotosensitif, hindari cahaya yang berkedip-kedip seperti dari
komputer, TV, playstation, video, dan sebagainya.

Dari catatan di atas, jelas terlihat bahwa penderita epilepsi membutuhkan hidup teratur atau pola hidup sehat. Khusus pada remaja putri yang baru saja mendapat menstruasi perlu perhatian khusus, karena perubahan hormonal yang terjadi bisa memicu terjadinya kekambuhan epilepsi.

Uniknya, tidak semua epilepsi perlu diobati, jika interval antara kejang pertama dengan kejang berikutnya. Lebih dari 6 bulan, maka tidak perlu obat. Jadi, tak perlu kawatir secara berlebihan, karena ada jalan bagi penderita epilepsi. Dengan mengenali secara dini, maka putra-putri Anda akan mendapat penanganan yang tepat.

Pertolongan Pertama bagi Epilepsi
Tidak perlu panik mendapati anak epilepsi, lakukan langkah berikut sebagai pertolongan pertama:

1. Baringkan anak di tempat yang rata.
2. Longgarkan pakaiannya, agar napasnya tidak sesak.
3. Miringkan tubuhnya.
4. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya.

Mengapa Anak Sering berbohong ?

Seorang Ibu yang mempunyai anak berumur 7 tahun sering mengeluh kepada tetangganya, kalau anaknya akhir-akhir ini sering berbohong kepadanya. Si anak sering membawa mainan dari sekolah. Ketika ditanya mainan itu dari mana, si anak menjawab kalau mainan itu diberikan oleh tetangga. Padahal mainan itu diambilnya dari sekolahnya. Mengapa si anak sampai berbohong kepada orangtuanya ?

Kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena adanya faktor pendorong dari diri anak. Mungkin ia menginginkan sebuah mainan tetapi orangtuanya tidak mau memberikannya. Atau mungkin karena si anak ingin mendapatkan perhatian lebih atau bisa jadi karena faktor lingkungan di rumah, sekolah maupun masyarakat yang membentuk karakter dan sifat tidak jujur pada anak.

Untuk mencegah kasus-kasus seperti di atas terjadi, ada beberapa hal yang mungkin perlu kita perhatikan bersama dalam pertumbuhan anak, di antaranya :


Ajarkanlah anak arti dan nilai kejujuran sejak kecil dengan memberikan contoh dan akibat yang bisa terjadi dari kebohongannya. Jika kebohongan sudah terlanjur terjadi, jangan hukum anak dengan keras tetapi bantulah anak untuk memperbaiki sifatnya agar tidak berbohong lagi. Contoh pada kasus di atas, orangtua harus menyuruh dan menemani anaknya untuk mengembalikan mainan yang telah diambilnya. Bantu anak untuk memperbaiki kesalahannya dengan belajar untuk meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya.

Jangan pernah mencaci ataupun membentak anak karena kebohongannya. Buatlah pernyataan dan kalimat-kalimat yang baik yang memberikan kepercayaan kita dan juga pernyataan bahwa hal yang telah dilakukannya adalah sesuatu yang salah. Contohnya : "Ibu tahu kamu bukan seorang pembohong dan seorang yang suka mengambil kepunyaan orang lain, tapi mengapa kamu mengambil sesuatu yang bukan kepunyaan kamu?" dan seterusnya.

Ciptakan suasana lingkungan keluarga yang terbuka. Hal ini akan membuat anak terbuka dan tidak takut untuk mengemukakan pendapat dan perasaannya kepada orangtua maupun saudaranya, sehingga tidak ada hal yang ditutupi oleh anak.
Hal-hal di atas kemungkinan besar dapat membantu anak untuk belajar jujur dan menuju proses menghargai diri sendiri serta orang lain dalam pertumbuhannya menjadi seorang remaja dan dewasa.

Berikan kesempatan bermain pada anak

Bermain dengan mainan adalah aktivitas yang disukai oleh anak. Dengan bermain biasanya anak akan merasa terbebas dari perasaan jenuh dan lelah. Oleh karena itu, untuk menciptakan kembali energi atau semangat baru kepada anak yang mungkin telah menurun akibat kesibukan belajarnya atau mengerjakan sesuatu hal lainnya. Maka memberikan kesempatan kepadanya untuk bermain adalah tindakan yang baik.

Adalah penting orangtua memilihkan dan menyediakan mainan yang mendidik untuk anak. Sehingga, mainan tersebut bukan hanya sekedar memberikan kesenangan atau memuaskan hati anak saja. Tetapi, juga dapat memberikan banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan kepadanya. Misalnya, dengan mainan tersebut anak dapat juga belajar tentang warna, mengenal suara berbagai macam binatang, belajar huruf, angka, atau belajar mengelompokkan dan membedakan jenis benda (yer).

Bermain dengan mainan dapat memberikan banyak manfaat kepada anak. Dengan bermain, anak akan mampu mengembangkan akalnya, meluaskan pengetahuannya, dan melatih alat indra serta perasaannya. Namun, walaupun demikian orangtua harus tetap memberikan pengawasan dan pengendalian waktu kepada anak untuk bermain. Hal ini supaya anak tidak terlalu lelah karena bermain dan mengajarkan kepada anak untuk dapat bertindak disiplin terhadap waktu (Jamaal Abdur Rahman, 2005).